Hati-Hati, Keseringan Main Game Action Berdampak Buruk Lho

BAGIKAN
Foto: Ilustrasi Bermain Game Action (Sumber: Hellosehat)

Sebarkabar.com – Bermain video games merupakan cara yang biasa dilakukan untuk melepas kejenuhan dalam pekerjaan. Game action menjadi yang cukup digemari oleh orang-orang karena bisa dirasa lebih seru dibanding genre lain. Saking keseringan main game action kalian bisa lupa waktu. Namun, dampak buruk mengintai para pecinta game action.

Pasalnya terdapat sebuah fakta mengejutkan bila kalian berlebihan main game genre ini. Gregory West, dosen psikologi di Universite de Montreal, Kanada, melakukan penelitian tentang pengaruh game action.

Hasilnya yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry edisi 2017 mengungkapkan bahwa 85% orang yang main game action lebih dari 6 jam memiliki bagian abu-abu lebih sedikit di hippocampus. Sementara yang jarang main game action bagian abu-abunya lebih banyak.

Hippocampus adalah bagian otak yang menjadi pusat belajar, penyimpanan, dan pengolahan memori jangka panjang. Apabila keseluruhan atau sebagian hippocampus rusak maka kita dapat mengalami masalah memori yang serius seperti pikun.

Baca juga: Asyik, Main PUBG dan Fortnite Ternyata Ada Dampak Positifnya

Kok Bisa Begitu?

Penyebab hippocampus pemain game action bermasalah karena fungsinya jarang digunakan. Pemain game action akan lebih sering menggunakan bagian otak lain, yaitu Striatum. Bagian striatum ini berfungsi semacam autopilot. Striatum sering digunakan karena arah navigasi dalam game sudah menjadi kebiasaan. Sehingga hippocampus jarang untuk mengingat hal penting.

Dampak fatalnya, kita tidak bisa lagi mengingat hal-hal yang sifatnya jangka panjang. Kita mungkin masih bisa mengingat kembali hal-hal yang terjadi beberapa waktu lalu, tapi sayangnya tidak dapat mengingat hal-hal yang baru terjadi sebelum hippocampus rusak.

Misalnya saja, kamu sangat mudah mengingat nama-nama teman sekolah dulu. Namun, sekarang malah gampang lupa dengan nama teman baru di kantor. Dengan kata lain, kamu jadi mudah lupa alias pikun meskipun usia masih muda.

Efek main game action berlebihan ternyata belum berhenti sampai disitu. Orang dengan jumlah materi abu-abu yang lebih sedikit pada hippocampus berisiko lebih tinggi terkena penyakit kejiwaan. Mulai dari depresi, skizofrenia, PTSD, hingga penyakit Alzheimer. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian dan analisa lebih lanjut.

Penulis: Firmadi Rabil

BAGIKAN