BAGIKAN

Ilustrasi Cangkul (Foto: Wikipedia)

Sebarkabar.com – Perajin alat pertanian di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya produk alat pertanian seperti pacul atau cangkul yang diimpor.

Salah seorang perajin pacul, Carlim mengeluhkan adanya kebijakan alat pertanian impor, termasuk pacul. Semenjak adanya pacul impor, Carlim mengaku penjualan pacul hasil produksinya mengalami penurunan.

“Sejak ada impor itu memang menurun, ya sedikit lah. Biasanya sebulan itu terjual 150 kodi, tapi pas ada impor jadi sekitar 80 kodi sebulannya,” kata Carlim saat ditemui di tempat produksinya di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/10/2019).

Pacul hasil produksi Carlim dijual ke berbagai daerah. Carlim pun mengaku sudah 30 tahun memproduksi pacul.

Baca juga: Meningkatnya Harga Rokok Berkontribusi Terhadap Kenaikan Inflasi

“Ya paling banyak di Jawa, ada di Indramayu, Banten, Cirebon dan sekitarnya. Pernah juga ke Sumatera, Lampung dan lainnya,” kata Carlim.

Pacul hasil produksi Carlim dibanderol dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu per kodinya. “Harganya ditentukan sama ukuran, paling kecil ya Rp 200 ribu per kodinya,” ucap Carlim.

Carlim berharap pemerintah bisa mengendalikan maraknya impor produk alat pertanian. Sebab, Carlim mengaku kondisi demikian dapat merugikan produksi alat pertanian lokal.

Modernisasi alat pertanian juga menjadi salah satu faktor menyusutnya penjualan produk lokal, menurut Carlim. “Ya bukan cuma pacul, ada alat lainnya. Alat pemotong padi yang impor juga berpengaruh, yang modern-modern itu,” ucapnya.

Saat ini Carlim memiliki empat karyawan. Dalam sehari Carlim mengaku bisa menghasilkan 100 buah pacul. Selain membuat pacul, rumah produksi Carlim juga membuat sejumlah alat pertanian lainnya seperti arit, golok, pedang dan lainnya.

Baca juga: Jokowi Punya Rencana untuk Menaikkan Penghasilan Orang Indonesia

Penulis: Fazaky
Editor: Fazaky

BAGIKAN
SHARE
RELATED POSTS
Daftar Uang yang Resmi Dicabut Dari Peredaran, Segera Tukarkan Sebelum 2019!
Gojek Perlu Dukungan Dari Pemerintah Agar Masuk Malaysia
Wah, Harga Daging Ayam Meningkat Menjadi 36 Ribu per Kg!

Leave Your Reply

*