BAGIKAN

Ilustrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (Foto: Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)

Sebarkabar.com – Semakin pesatnya perkembangan mobil elektrik di Indonesia. Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dengan masif. Menurutnya, SPKLU ini terbagai menjadi beberapa jenis.

Diketahui ada tiga jenis yang akan ada di SPKLU ini antara lain, cas normal (normal charging), cas cepat (fast charging), dan cas super cepat (super fast charging). Di ketiga jenis tersebut memiliki perbedaan dari segi daya hingga durasi pengisiannya.

Selaku General Manger PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), mengatakan, untuk normal charging memiliki daya mulai dari 3.500 VA sampai dengan 23.000 VA. Cas jenis ini banyak digunakan di rumah-rumah. Waktu pengecasannya juga membutuhkan sekitar empat jam sampai enam jam.

Baca juga: Hanya Menawarkan Tiga Produk, Datsun Percaya Diri untuk Bersaing!

“Kalau fast charging itu dayanya 23.000 VA sampai 53.000 VA. Rencananya, akan kita tempatkan di area parkir, baik perkantoran atau di mal-mal. Waktu pengecasannya untuk sampai penuh kira-kira sekitar 2 jam,” ungkap Ikhsan, dalam seminarnya di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, di Balai Kartini, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan, terkait super fast charging atau ultra charging, memiliki daya yang paling besar, yaitu 60.000 VA sampai dengan 200.000 VA.

“Peruntukkannya saya kira untuk di jalan tol atau rest area. Sehingga, untuk pengecasan jadi tidak perlu menunggu lama di sana. Waktu pengecasannya sampai penuh kira-kira hanya butuh waktu sekitar 15 menit,” kata Ikhsan.

Ikhsan juga menyebutkan nilai investasi untuk jenis SPKLU ini sangat besar. Bisa mencapai angka Rp 1.5 miliar hingga Rp 2 miliar.

Baca juga: Honda Resmi Menjual Mobil Listrik Terbaru Bernama Honda E!

Penulis: Razak
Editor: Razak

BAGIKAN
SHARE
RELATED POSTS
Chevrolet Captiva Dipasarkan di Thailand, Bagaimana Indonesia?
Lamborghini
Keren, Orang Tajir Indonesia Sudah Pesan Lamborghini Urus
Hati-Hati, Berkendara Sambil Gunakan GPS Bisa Kena Pidana

Leave Your Reply

*