BAGIKAN

Ilustrasi Pohon Talas (Foto: Shutterstock)

Sebarkabar.com – Baru-baru ini Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Berantan) untuk pertama kalinya eskpor talas beku asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Jepang sebanyak 8,85 ton.

Sebelum pengiriman, petugas Karantina Pertanian Makassar melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terkait dokumen dan fisik agar bisa memastikan produk yang dikirim aman dan layak serta bebas dari hama penyakit.

Kepala Berantan Ali Jamil menjelaskan, bahwa pihaknya tidak hanya mensertifikasi produk mentah. Mereka juga memastikan produk pertanian olahan baik hewan ataupun tumbuhan dikirim dengan aman dan layak dikonsumsi.

“Untuk ekspor poin pentingnya adalah pemenuhan standar sanitary and phytosanitary measure atau SPS dari negara tujuan,” ungkap Jamil dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Darmin Nasution Mengaku Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Perekonomian RI

Adapun upaya tersebut telah dikombinasikan dengan berbagai kebijakan dan inovasi layanan perkarantinaan guna makin mempermudah dan mempercepat proses ekspor. Salah satunya sistem OSS, peta komoditas pertanian ekspor iMace, sistem pemeriksaan In Line Inspection, dan sebagainya.

Tak sampai disitu saja, menurutnya juga salah satu percepatan layanan karantina dilakukan dengan penetapan gudang pemilik sebagai tempat lain guna melakukan tindakan karantina tersebut. Efeknya petugas karantina bisa melakukan pemeriksaan langsung di tempat proses.

“Ini bisa lebih efektif, sehingga kontainer tidak perlu lagi diperiksa di pelabuhan,” sambungnya.

Baca juga: Pusat Minyak Arab Saudi di Serang, Harga Minyak Meroket 15%

Penulis: Razak
Editor: Razak

BAGIKAN
SHARE
RELATED POSTS
Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Lamban!
Tutupnya Giant Hingga PHK Bukalapak, Ini Kata Pakar Ekonomi!
Meningkatnya Harga Rokok Berkontribusi Terhadap Kenaikan Inflasi

Leave Your Reply

*