BAGIKAN

Tren kecantikan paling aneh (Sumber: majalahholiday)

Sebarkabar.com – Tren kecantikan merupakan hal yang tidak pernah konstan. Contohnya saja saat ini tren lipstik yang tergantikan dengan lip cream matte dan lip tint. Atau tren sulam bibir dan sulam alis yang kian marak.

Selain untuk menunjukkan pergantian minat, tren kecantikan juga mencerminkan bagaimana standar kecantikan terus berevolusi.

Berbeda dengan zaman sekarang, kehidupan zaman dulu juga memiliki tren kecantikan yang berbeda. Beberapa diantaranya tidak masuk akal dan bisa membuat kita geleng-geleng kepala. Mau tahu seperti apa? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Gigi Hitam

Ohaguro (Sumber: softbulldog)

Tren ini dinamakan Ohaguro. Ia populer di zaman Meiji, pada tahun 1868 hingga 1912. Ohaguro ini dapat dilakukan dengan cara meminum pewarna hitam yang berasal dari campuran besi, kayu manis, dan rempah-rempah. Para wanita akan melakukannya setelah menikah sebagai lambang penyerahan diri pada suami.

Meski sejauh ini, gigi putih adalah tren gigi yang selalu diminati. Namun, pada masanya di Jepang, justru gigi hitamlah yang banyak diminati oleh para wanita.

2. Kaki Kecil

Tren kaki kecil (Sumber: jadiberita_

Masyarakat Tiongkok di abad ke-10 menuntut para wanita memiliki kaki yang kecil. Sebab, mereka menganggap bahwa kaki kecil merupakan simbol dari kehalusan seorang wanita. Oleh karena itu, sejak kecil, para orang tua mereka akan mengikat kaki anak perempuannya supaya tidak membesar.

Proses yang harus dijalani ini tentu sangat menyiksa. Dari memasukkan kaki ke air panas, melipat jari kaki, dan mengikatnya hingga infeksi. Dikutip dari Smith Sonian Mag Para wanita harus berjalan dengan kaki yang seperti itu selama kurun waktu dua tahun.

3. Mencabuti Bulu Mata

Mencabuti bulu mata (Sumber: today.line)

Di zaman sekarang ini banyak para wanita yang berbondong-bondong memasang eyelash extension, agar bulu mata terlihat tebal dan lentik. Tapi, tahukah kalian? Pada zaman Renaisans justru dahi dianggap bagian paling seksi dari seorang wanita.

Baca juga: Bangsa Romawi Kuno Gunakan Urine Sebagai Obat Kumur

Menurut pernyataan Marie Claire, banyak wanita yang pada zaman itu mencabuti bulu mata dan alis mereka demi mendapatkan dahi yang bersih.

4. Pembulu Darah Terlihat Jelas

Tren pembuluh darah terlihat (Sumber: idntimes)

Pada era pra-revolusi Prancis, masyarakat Inggris sudah menganggap bahwa payudara adalah bagian tubuh wanita yang harus ditampilkan. Di saat yang sama, mereka juga menggemari kulit putih pucat seperti Marie Antoinette. Pasalnya, hal ini untuk menunjukkan bahwa mereka merupakan orang kaya yang tidak pernah melakukan aktivitas di luar ruangan.

Kulit yang pucat sering kali menampakkan pembuluh darah kebiru-biruan. Ini juga menjadi incaran wanita pada masa itu. Bahkan, untuk mendapatkannya, mereka rela menggambari dada menggunakan pensil biru.

5. Pinggang Kecil

Pinggang Kecil (Sumber: cerpen)

Pada tahun 1900-an masyarakat barat sangat menyukai wanita dengan tubuh seperti jam pasir. Pinggang yang sangat kecil, pinggul lebar, dan dada yang besar. Para wanita yang ingin memenuhi standar tersebut harus menggunakan korset yang sangat ketat.

Tak hanya itu, bahkan mereka juga harus menghadapi berbagai risiko kesehatan. Mulai dari pingsan berulang kali karena sulit bernapas, hati yang berpindah tempat, serta kerusakan pada jantung dan paru-paru. Standar kecantikan masyarakat yang terlalu ekstrem ini juga membuat orang-orang pada zaman tersebut sengsara.

Nah bagaimana teman-teman menurut kalian? Perlu diingat bahwa kamu sudah cantik, walaupun tanpa mengikuti standar kecantikan masyarakat. Jangan biarkan hal-hal tersebut justru membebanimu.

Penulis: Aulia
Editor: Aulia

BAGIKAN
SHARE
RELATED POSTS
Penjual Kacang Renteng Berangkat Haji Setelah 8 Tahun.
Asal Muasal Lomba Makan Kerupuk
Ternyata, Presiden Amerika Serikat ini Dulunya Petani

Leave Your Reply

*