BAGIKAN

Penonton Iran (Foto: Pandit Football)

Sebarkabar.com – Pada Kamis (10/10/2019), sepak bola Iran menciptakan sejarah baru. Hal itu terjadi saat timnas Iran menjamu timnas Kamboja pada babak Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2022 Grup C.

Namun, bukan kemenangan besar yang menjadi poinnya. Pertandingan kontra Kamboja itu menjadi saksi sejarah kesetaraan gender di Iran. Untuk pertama kali sejak Revolusi Iran pada 1979, perempuan Iran diperbolehkan menonton sepak bola langsung di stadion, Kamis (10/10/2019).

Keputusan ini merupakan buntut dari meninggalnya suporter perempuan, Sahar Khodayari, yang membakar diri setelah tertangkap menonton sepak bola pada 9 September lalu. Ia bahkan sempat menyamar sebagai pria pada saat itu.

Alhasil, Federasi Sepak Bola Dunia ( FIFA) meminta Pemerintah Iran agar mengizinkan perempuan untuk menonton langsung di stadion. Para perempuan Iran pun mendapatkan jatah tiket 3.500 lembar dari kapasitas 78.000 kursi di Stadion Azadi.

Baca juga: Sempat Cedera, Andre Oktaviansyah Masuk Garuda Select

Dihimpun The Guardian, sejak tiket dijual pada 3 Oktober lalu, dalam hitungan menit, sebanyak 3.500 lembar tiket itu terjual habis.

Adapun Kepala Pendidikan dan Tanggung Jawab Sosial FIFA, Joyce Cook, memastikan bahwa kebijakan memperbolehkan perempuan Iran masuk stadion ini tidak hanya untuk satu pertandingan.

“Kami benar-benar fokus untuk memastikan bahwa perempuan dapat menghadiri pertandingan pada 10 Oktober dan pertandingan lokal,” ucap Cook.

Penulis: Rifa
Editor: Rifa

BAGIKAN
SHARE
RELATED POSTS
FIFA Keluarkan Logo Piala Dunia 2022
Hasil Kualifikasi MotoGP Sepang Malaysia
Bangga! Indonesia Miliki Pembalap di Kejuaraan Moto2 2019

Leave Your Reply

*