BAGIKAN

Ilustrasi Ayam Broiler (Foto: Iniresep)

Sebarkabar.com – Baru-baru ini harga daging ayam broiler atau ras meningkat di pasar tradisional. Namun, penurunan harga juga ditemui pada jenis telur ayam ras tersebut.

Seorang pedagang ayam, Nita menjelaskan, bahwa ia menjual ayam tersebut Rp35 ribu per ekornya. Di tempatnya, kenaikan harga tersebut diklaim sudah berlangsung selama 4 hari. Ia menyebutkan harga naik lantaran stok yang kurang.

“Stok lagi kurang, makanya naik. Ini kira-kira sudah 4 harian,” tuturnya di Pasar Kranji, Kota Bekasi, Jumat (27/9/2019).

Ia juga menjelaskan, kenaikan harga daging ayam biasanya sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per ekor. Sementara kenaikan tertinggi menurutnya dibanderol sebesar Rp37 ribu per ekornya.

Baca juga: Kemenperin Lakukan Hal Ini Guna Menarik Investasi ke RI!

Selain itu, seorang pedagang lainnya, Andri mematok harga daging ayam senilai Rp36 ribu per ekornya. Andri mengaku kenaikan memang sangat tidak bersahabat dengan ibu rumah tangga. Itu bisa dibuktikan dengan sedikitnya pembeli di Pasar Kranji hari ini.

“Emang lagi naik, makanya ini kan sepi sekarang bisa ditengok,” ujarnya.

Terlepas dari itu, ditanya berpisah harga daging ayam ditemui meningkat hanya di konsumen, sedangkan harga di perternak masih anjlok.

“Harga acuan di tingkat konsumen memang Rp32 ribu per ekor. Tetapi Jika mengacu pada harga acuan Permendag harga minimal di peternak Rp18 ribu per ekor. Tetapi harga di kandang ini masih Rp16 ribu,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi.

Baca juga: Mengapa Harga Emas Akhir Ini Naik-Turun? Ini Penjelasannya!

Penulis: Razak
Editor: Razak

BAGIKAN
SHARE
RELATED POSTS
Daftar Uang yang Resmi Dicabut Dari Peredaran, Segera Tukarkan Sebelum 2019!
Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Lamban!
Aplikasi Lowongan Pekerjaan
Butuh Kerja? Download Aplikasi Lowongan Pekerjaan Berikut Ini!

Leave Your Reply

*